Kamis, 02 Agustus 2012

January after school

kau berangkat dengan baju tanpa lengan
dipadu dengan celana selutut
ditambah sepatu karet favorit

tak peduli seterik apa mentari
acuhkan tetes air membasahi bumi
kala terang ataupun gelap

kau terus berlari
seakan terdorong angin
hingga menembus benteng

kau yang serius
pada satu titik, satu tujuan
membunuh lawan tanpa ampunan

saatnya peluru di tangan
siap kau lepaskan
dengan satu lecutan

badan pun basah
karena derasnya peluhmu

kau tetap mengunci semua
rasa dalam manisnya legawa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar