jikalau malam mengukung kita di dua sisi
sementara waktu mengunci kita dalam satu dimensi
maka lihatlah angkasa
gemerlap cahaya kota tua
ataupun gemerlapnya permata di atas sana
bagiku sama saja
ku acungkan jari ini
dan mulai ku rangkai namamu dengannya
aku bisa lihat wajahmu
yang memantul lewat jernihnya samudra
lalu sejenak pejamkan mata
di sanalah aku bisa menemukanmu
yang sesungguhnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar